JAKARTA - Diabetes kerap disebut “penyakit diam” karena muncul tanpa gejala jelas. Kadar gula darah yang meningkat bisa memicu komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini.
Penting untuk memahami tanda-tanda awal diabetes agar pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat. Berikut delapan gejala diabetes yang sering muncul pada tahap awal.
Cepat Merasa Haus dan Sering Buang Air Kecil
Gejala awal yang paling umum adalah rasa haus berlebihan meski aktivitas ringan. Hal ini terjadi karena ginjal bekerja ekstra untuk menyerap glukosa akibat kadar gula darah yang tinggi.
Tubuh memberi sinyal membutuhkan cairan, sehingga penderita sering buang air kecil lebih dari tujuh kali sehari. Kondisi ini sekaligus memicu dehidrasi ringan pada beberapa orang.
Sering Cepat Lapar dan Kurang Energi
Kadar insulin yang rendah membuat sel tubuh kesulitan menyerap glukosa. Akibatnya, energi tubuh menurun dan muncul rasa lapar yang lebih cepat dari biasanya.
Makanan yang dikonsumsi sulit diubah menjadi energi secara maksimal. Tubuh memberi sinyal lapar sebagai bentuk “alarm” kekurangan bahan bakar sel.
Penglihatan Kabur karena Perubahan Cairan Tubuh
Perubahan kadar cairan akibat gula darah tinggi dapat membuat lensa mata membengkak. Pembengkakan ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan fokus mata terganggu.
Kondisi ini sering dianggap masalah mata biasa, padahal bisa menjadi indikasi diabetes awal. Memeriksa gula darah sebaiknya segera dilakukan jika gejala ini muncul bersamaan dengan gejala lain.
Mudah Kesemutan dan Mati Rasa di Tangan dan Kaki
Kadar gula yang tinggi merusak saraf dan memengaruhi sirkulasi darah. Penderita diabetes sering mengalami kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.
Meskipun terlihat sepele, kondisi ini bisa memburuk seiring waktu. Saraf yang rusak lama-kelamaan dapat memengaruhi fungsi sensorik tubuh.
Kelelahan Ekstrem dan Kulit Sangat Kering
Kurangnya insulin membuat sel tubuh sulit memproses glukosa menjadi energi. Akibatnya, tubuh mudah merasa lelah, lemas, dan kurang bertenaga meski aktivitas ringan.
Selain itu, kulit penderita diabetes juga cenderung kering. Pengeluaran cairan yang berlebihan melalui urine mengurangi kelembapan alami kulit, sehingga menimbulkan rasa kering dan dehidrasi.
Luka yang Lambat Sembuh
Penderita diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka. Hal ini disebabkan aliran darah ke area luka yang buruk akibat tingginya gula darah.
Kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit membuat proses penyembuhan berjalan lambat. Luka kecil pun bisa menjadi rentan infeksi jika tidak dirawat dengan baik.
Mudah Terkena Infeksi dan Lama Sembuh
Diabetes melemahkan sistem kekebalan tubuh karena energi tubuh terbatas. Akibatnya, risiko infeksi meningkat, mulai dari kulit, gusi, hingga organ intim.
Proses penyembuhan infeksi pun lebih lambat dan berisiko meninggalkan bekas. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kadar gula darah agar imunitas tetap optimal.
Gatal-gatal di Seluruh Tubuh
Kadar gula tinggi dapat merusak serabut saraf dan meningkatkan pertumbuhan jamur di kulit. Akibatnya, penderita sering mengalami gatal ekstrem di beberapa area tubuh.
Gatal bisa muncul mulai dari mulut, area genital, hingga ketiak. Ini juga menandakan adanya gangguan metabolisme yang harus segera diperiksa ke dokter.
Langkah Pencegahan
Diabetes adalah penyakit akibat tingginya gula darah yang bisa menimbulkan komplikasi serius. Gejalanya kerap samar, sehingga penting mengenali tanda-tanda awalnya.
Jika kamu mengalami setidaknya lima dari delapan gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.