JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20 triliun sepanjang 2025. Pencapaian ini didorong kombinasi pertumbuhan kredit, struktur pendanaan yang solid, serta perbaikan kualitas aset.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menjelaskan, laba konsolidasi tersebut tercapai berkat pertumbuhan kredit yang sehat serta pengelolaan pendanaan berbasis dana murah. Struktur ini diperkuat oleh peningkatan giro sebesar 43,8% YoY dan tabungan yang tumbuh 11,2% YoY.
Sepanjang 2025, BNI menghadapi tekanan eksternal mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. Namun, bank mampu menjaga pertumbuhan dengan disiplin risiko serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi ini memberikan ruang bagi BNI untuk ekspansi bisnis sekaligus mengantisipasi risiko di masa depan.
Kinerja Operasional dan Pendapatan
Momentum akselerasi bisnis BNI terlihat terutama pada kuartal IV-2025. Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) mencapai Rp9,4 triliun, didukung pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI).
Secara kumulatif, NII BNI sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp40,3 triliun. Pendapatan non bunga tumbuh 5,2% YoY menjadi Rp24,6 triliun, ditopang aktivitas transaksi digital, treasury, trade finance, dan produktivitas cabang.
Dari sisi kualitas aset, BNI mencatat perbaikan berkelanjutan. NPL bruto tercatat 1,9% atau membaik 10bps YoY, sementara Loan at Risk (LaR) sebesar 8,5% atau membaik 1,8% YoY, menunjukkan penurunan eksposur risiko kredit.
NPL coverage ratio mencapai 205,5% dan LaR coverage ratio 46,9%. Hal ini menegaskan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam menghadapi potensi tekanan risiko ke depan.
Transformasi Digital dan Ekspansi Layanan
Dalam transformasi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai platform transaksi personal. Hingga akhir 2025, pengguna platform ini telah melampaui 12 juta orang, berkontribusi pada pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.
BNI juga menyempurnakan BNIdirect untuk layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, dan Supply Chain Financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect meningkat lebih dari 25% YoY, memperkuat dana giro korporasi.
Di sisi internasional, BNI memperkuat perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global. Bank memiliki jaringan di delapan pusat keuangan dunia dan bermitra dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara.
Ekspansi global BNI memungkinkan transaksi lintas negara dalam 16 mata uang. Hal ini memberikan kemudahan dan efisiensi bagi perusahaan Indonesia yang berbisnis di pasar internasional.
Kontribusi BNI terhadap Pembangunan Nasional
BNI menegaskan perannya sebagai bank nasional berkapabilitas global sekaligus instrumen negara untuk mendukung pembangunan nasional. Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BNI menyalurkan pembiayaan sekaligus mendukung digitalisasi transaksi melalui Virtual Account dan BNIdirect.
BNI juga memfasilitasi Program Sekolah Rakyat dengan layanan perbankan digital untuk siswa dan tenaga pendidik. Pembukaan rekening dan penguatan ekosistem keuangan berbasis Agen46 membuat layanan lebih efisien dan terintegrasi.
Selain itu, BNI mendukung pembangunan desa, koperasi, dan UMKM melalui pembiayaan Koperasi Kecamatan/Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP). Dukungan ini terintegrasi dengan jaringan Agen46 dan program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
Terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Kementerian Keuangan, BNI menyalurkan ke sektor produktif seperti pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Semua penyaluran dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset dan risiko.
Putrama menekankan, BNI memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga intermediasi. Bank berperan sebagai mitra strategis pemerintah untuk mengakselerasi agenda pembangunan nasional dengan pendekatan prudent, berbasis ekosistem, dan fokus pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang.
BNI juga mendorong inklusi keuangan di masyarakat melalui digitalisasi transaksi dan integrasi platform. Hal ini memungkinkan UMKM, sekolah, koperasi, dan masyarakat memperoleh akses perbankan lebih mudah dan transparan.
Program strategis BNI mencerminkan komitmen bank terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Dukungan pada sektor produktif dan transformasi digital menjadi kunci keberhasilan BNI mencetak laba dan memperkuat perannya di pasar domestik maupun global.
Ke depan, BNI menargetkan pertumbuhan kredit dan pendapatan berkelanjutan. Kombinasi ekspansi digital, peningkatan layanan korporasi, dan peran strategis dalam pembangunan nasional diyakini akan semakin menguatkan fundamental bank.
Dengan pencapaian laba Rp20 triliun pada 2025, BNI menunjukkan bahwa strategi bisnis, transformasi digital, dan dukungan pada agenda pemerintah berjalan sinergis. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana bank nasional dapat tetap kompetitif sambil mendukung pembangunan ekonomi negara.