Samsung

Harga Samsung Galaxy S26 Series Naik Hingga Rp3 Juta, Apakah Masih Worth It?

Harga Samsung Galaxy S26 Series Naik Hingga Rp3 Juta, Apakah Masih Worth It?
Harga Samsung Galaxy S26 Series Naik Hingga Rp3 Juta, Apakah Masih Worth It?

JAKARTA - Lonjakan harga Samsung Galaxy S26 Series hingga Rp3 juta untuk varian Ultra langsung menarik perhatian masyarakat. Di tengah daya beli yang fluktuatif, banyak konsumen bertanya-tanya apakah harga tersebut sepadan.

Senior Manager Pemasaran Produk MX Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menjelaskan alasan kenaikan harga ini. Dalam sesi hands-on preview di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026, Ilham menegaskan kenaikan ini dipicu dinamika pasar global.

Badai Chipset dan Dampak Industri AI

Ilham mengungkap bahwa krisis komponen global menjadi akar masalah kenaikan harga. Lonjakan permintaan chipset untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menyebabkan kelangkaan dan harga cip memori meroket.

"Apa yang terjadi di global tentang chipset dan kenaikan harganya akibat industri AI yang semakin meningkat, pasti berimplikasi tidak hanya untuk kami di Samsung, tapi juga di brand-brand lain," kata Ilham.

Persentase kenaikan harga Galaxy S26 Series sebenarnya masih tergolong rasional. Ilham menyebut kenaikan antara S25 dan S26 berada di kisaran 8–11 persen, lebih rendah dibanding beberapa pesaing yang mencapai lebih dari 20 persen.

Strategi Inovasi untuk Membuat Upgrade Worth It

Samsung Indonesia menekankan lompatan inovasi perangkat keras dan lunak untuk membuktikan Galaxy S26 Series layak dibeli. Tujuannya adalah agar konsumen merasa uang yang dikeluarkan sepadan dengan fitur dan performa yang ditawarkan.

Beberapa peningkatan signifikan di Galaxy S26 Series antara lain teknologi Privacy Display atau layar anti-intip eksklusif. Fitur ini menjamin keamanan konten yang ditampilkan pada layar, sesuatu yang hanya tersedia di seri ini.

Kamera juga mengalami peningkatan, khususnya aperture lensa yang lebih besar. Hasil foto kini lebih tajam dan detail di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk malam hari.

Performa ponsel meningkat hingga 40 persen berkat penggunaan chipset terbaru. Evolusi fitur AI membuat perangkat lebih cerdas dan intuitif dalam mendukung aktivitas sehari-hari pengguna.

"Ini memastikan mereka merasa, 'Oh, saya upgrade, worth it'," tambah Ilham. Strategi ini menekankan bahwa inovasi nyata memberi nilai lebih pada produk.

Program Promo untuk Menjaga Daya Beli Konsumen

Samsung sadar inovasi saja tidak cukup di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Oleh karena itu, mereka menyiapkan program pre-order dan penawaran menarik untuk membantu konsumen membeli Galaxy S26 Series.

Promo termasuk free memory upgrade, cashback bank, dan cicilan ringan. Strategi ini dimaksudkan agar konsumen tetap mampu membeli meski harga produk naik signifikan.

Dengan kombinasi inovasi dan penawaran yang meringankan pembayaran, Samsung optimistis konsumen tetap melihat nilai tambah besar. Konsumen diharapkan merasakan pengalaman upgrade yang sepadan dari S25 ke S26.

"Ini membuat mereka semakin merasa upgrade dari S25 ke S26 itu worth it banget, karena dapet fitur yang jauh lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya," pungkas Ilham.

Harga Naik Tapi Nilai Produk Tetap Tinggi

Kenaikan harga Galaxy S26 Series merupakan dampak dari dinamika global, termasuk krisis chipset dan lonjakan permintaan AI. Meskipun mahal, peningkatan fitur, performa, dan inovasi eksklusif membuat perangkat tetap layak dibeli.

Kombinasi inovasi hardware, AI, kamera, dan program promo Samsung menciptakan value yang tinggi. Konsumen tidak hanya membeli ponsel baru, tetapi juga investasi dalam pengalaman digital yang lebih baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index